Tak Di Restui, Remaja Depok Nekat Kabur Sepekan Bareng Pacar

Tak Di Restui, Remaja Depok Nekat Kabur Sepekan Bareng Pacar

Tak Di Restui, Remaja Depok Nekat Kabur Sepekan Bareng Pacar Yang Menjadi Momen Mengejutkan Dari Perilaku Mereka. Kasus hilangnya remaja perempuan asal Depok berinisial APA (17) sempat mengundang perhatian publik. Selama hampir sepekan, keluarga di liputi kecemasan setelah APA tak kunjung pulang sejak Sabtu, 24 Januari 2026. Dan berbagai spekulasi muncul di tengah pencarian. Tentunya mulai dari dugaan penculikan hingga kekhawatiran terjadinya tindak kejahatan. Namun fakta yang terungkap justru mengejutkan banyak pihak. APA ternyata kabur bersama pacarnya, RA, karena hubungan mereka Tak Di Restui. Kasus ini menjadi cerminan persoalan klasik yang masih sering terjadi di kalangan remaja. Tentunya yakni konflik asmara yang berujung pada keputusan impulsif. Berikut fakta-fakta mengejutkan yang terungkap dari peristiwa remaja Depok nekat kabur bareng pacar ini karena Tak Di Restui ini.

Hilang Sepekan, Motif Kabur Terungkap

APA di laporkan hilang dari rumahnya di kawasan Sukmajaya, Depok, sejak 24 Januari 2026. Keluarga yang panik langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Depok. Selama beberapa hari, pencarian dilakukan dengan melibatkan aparat kepolisian. Dan juga menyebarkan informasi orang hilang. Fakta mengejutkan terungkap ketika polisi memastikan bahwa APA meninggalkan rumah bukan karena paksaan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa motif korban kabur adalah persoalan hubungan asmara. Hubungan APA dengan RA tidak mendapatkan restu dari kedua orang tua. Baik dari pihak korban maupun pacarnya. Maka kondisi inilah yang mendorong keduanya nekat meninggalkan rumah tanpa izin keluarga.

Di Temukan Di Ruko Bogor Tengah

Setelah dilakukan penelusuran intensif, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya menemukan keberadaan APA dan RA. Keduanya di temukan pada Sabtu, 31 Januari 2026. Terlebihnya di sebuah ruko yang berada di Jalan RE Marthadinata, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Penemuan ini sekaligus mengakhiri pencarian yang berlangsung hampir sepekan. Polisi memastikan kondisi APA dalam keadaan sehat. Dan juga tidak mengalami kekerasan. Fakta ini cukup melegakan keluarga. Meski tetap menyisakan keprihatinan atas keputusan kabur yang di ambil remaja tersebut. Lokasi persembunyian mereka yang berada di ruko juga memunculkan pertanyaan publik. Terlebihnya soal bagaimana keduanya bertahan selama beberapa hari jauh dari rumah.

Di Bawa Ke Polda, Lalu Di Pulangkan Ke Keluarga

Usai di temukan, APA dan RA langsung di bawa ke Mapolda Metro Jaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan tidak ada unsur pidana dalam kasus tersebut. Dari hasil pendalaman penyidik. Kemudian di ketahui bahwa tindakan kabur murni dilakukan atas kesepakatan bersama tanpa adanya paksaan atau tindak kriminal. Setelah proses klarifikasi selesai, polisi memutuskan mengembalikan APA dan RA kepada keluarga masing-masing. Langkah ini di ambil dengan mempertimbangkan usia APA yang masih di bawah umur. Serta tidak di temukannya unsur pelanggaran hukum. Kepolisian juga mengedepankan pendekatan humanis dengan mendorong penyelesaian masalah secara kekeluargaan.

Laporan Di Cabut, Jadi Pelajaran Penting

Ayah APA menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah menemukan putrinya dalam keadaan selamat. Ia juga menyatakan akan mencabut laporan orang hilang yang sebelumnya di buat di Polres Metro Depok. Pernyataan ini menandai berakhirnya proses hukum dalam kasus tersebut. Meski berakhir tanpa konsekuensi pidana, peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi banyak pihak. Kasus remaja Depok kabur bareng pacar menunjukkan betapa rapuhnya pengambilan keputusan. Terlebihnya di usia muda ketika emosi dan perasaan cinta mendominasi. Kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua sering kali memperparah situasi.

Dan hingga mendorong remaja mengambil langkah ekstrem. Para pengamat sosial menilai, kejadian seperti ini seharusnya menjadi momentum bagi keluarga untuk membuka ruang dialog yang lebih sehat. Pendekatan keras tanpa komunikasi justru berpotensi membuat anak merasa terpojok. Di sisi lain, remaja juga perlu di bekali pemahaman bahwa kabur dari rumah bukan solusi. Namun melainkan bisa menimbulkan risiko besar bagi keselamatan dan masa depan mereka. Kasus APA dan RA mungkin telah selesai. Akan tetapi pesannya jelas: konflik asmara remaja perlu di tangani dengan empati, komunikasi. Serta pendampingan yang tepat agar tidak berujung pada keputusan nekat yang membahayakan diri sendiri.

Jadi itu dia kronologi remaja Depok nekat kabur bareng pacar karena hubungannya yang Tak Di Restui.