Jordan Henderson Kembali Di Panggil Timnas Inggris

Jordan Henderson Kembali Di Panggil Timnas Inggris

Jordan Henderson Mantan Pemain Gelandang Serta Kapten Liverpool FC Kini Resmi Kembali Di Panggil Oleh Tim Nasional Inggris. Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, membeberkan alasan di balik pemanggilan Marcus Rashford dan Jordan Henderson dalam skuad untuk kualifikasi Piala Dunia tahun 2026 menghadapi Tim Nasional Albania dan Tim Nasional Latvia. Keduanya kembali setelah cukup lama absen Rashford sejak bulan Maret tahun 2024 dan Henderson sejak bulan November tahun 2023. Tuchel menjelaskan bahwa Henderson merupakan sosok yang membawa kepemimpinan, semangat, serta karakter kuat. Sehingga perannya di nilai penting dalam membentuk tim yang solid. Selain itu, performa Marcus Rashford bersama Tim Aston Villa selama masa peminjamannya menjadi pertimbangan utama. Ia tampil impresif dan menunjukkan peningkatan terutama dalam aspek pressing serta kontribusi defensif. Meskipun sejumlah pemain ternama seperti Jack Grealish dan Ollie Watkins tidak di panggil, Tuchel tetap teguh pada pilihannya.

Lebih lanjut, pemanggilan Jordan Henderson yang kini menjadi kapten Ajax juga di nilai mengejutkan, terlebih mengingat usianya yang sudah 34 tahun. Meski begitu, Tuchel menegaskan bahwa pengalaman Henderson jauh lebih bernilai di banding sekadar usia. Keputusan tersebut bahkan mengalahkan nama – nama muda seperti Conor Gallagher dan Adam Wharton, yang sempat menuai kritik. Di sisi lain, Rashford sebelumnya gagal menunjukkan performa konsisten bersama Manchester United. Yang membuatnya tak di lirik di Euro tahun 2024. Akan tetapi, kebangkitannya di Aston Villa memberi bukti bahwa ia pantas di beri kesempatan. Tuchel sendiri menekankan bahwa semua keputusan di ambil berdasarkan kebutuhan tim saat ini, bukan semata reputasi. Dengan pilihan pemain yang telah di buat, ia berharap Timnas Inggris dapat tampil maksimal dan meraih hasil positif dalam laga – laga kualifikasi yang akan datang.

Jordan Henderson Akhirnya Kembali Mendapatkan Kepercayaan Untuk Memperkuat Timnas Inggris

Setelah satu tahun absen dari pentas internasional, Jordan Henderson Akhirnya Kembali Mendapatkan Kepercayaan Untuk Memperkuat Timnas Inggris. Federasi Sepakbola Inggris resmi mengumumkan daftar 26 pemain yang akan membela The Three Lions dalam laga kualifikasi Piala Dunia tahun 2026 melawan Albania dan Latvia bulan ini. Dalam daftar tersebut, nama Henderson muncul kembali di lini tengah. Bersanding dengan nama – nama seperti Jude Bellingham, Eberechi Eze, Curtis Jones, Cole Palmer, Declan Rice, dan Morgan Rogers. Menariknya, pemanggilan ini merupakan yang pertama bagi mantan kapten Liverpool tersebut sejak bulan Maret tahun 2024. Ia terakhir kali tampil bersama tim nasional saat Inggris menaklukkan Malta pada bulan November tahun 2023 di kualifikasi Euro tahun 2024. Kala itu, performanya menurun drastis usai bermain di klub Arab Saudi, Al Ettifaq, yang membuatnya tak di lirik untuk ajang Euro. Namun demikian, keputusan untuk pindah ke Ajax Amsterdam pada bulan Januari tahun 2024 mengubah segalanya.

Setelah sempat di terpa cedera, Henderson justru bangkit di musim 2024/2025 dengan tampil konsisten dalam 38 laga dan membawa Ajax ke puncak klasemen Eredivisie dengan 63 poin dari 25 pertandingan. Penampilan apik itu rupanya di amati langsung oleh Thomas Tuchel yang kini menjabat pelatih kepala Tim nasional Inggris. Melihat kontribusi besar sang gelandang, Tuchel tanpa ragu memasukkan Henderson ke skuad. Ia menilai bahwa Henderson menghadirkan kepemimpinan, energi, dan karakter kuat di ruang ganti. Hal yang sangat di butuhkan untuk membentuk tim yang bisa membanggakan para penggemar di seluruh negeri.

Resmi Mengumumkan Daftar Pemain Yang Akan Memperkuat Inggris

Kembalinya Marcus Rashford dan Jordan Henderson menjadi sorotan dalam daftar pemain terbaru Timnas Inggris. Sementara kehadiran sejumlah wajah baru seperti Lewis – Skelly dan Dan Burn turut membawa warna berbeda dalam komposisi skuad. Pelatih kepala Thomas Tuchel secara Resmi Mengumumkan Daftar Pemain Yang Akan Memperkuat Inggris dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia melawan Albania dan Latvia. Ini merupakan daftar pertama yang di susun Tuchel sejak menggantikan Gareth Southgate pada bulan Oktober tahun lalu. Marcus Rashford, yang sempat absen cukup lama dan terakhir tampil dalam laga persahabatan melawan Brasil pada bulan Maret tahun 2024. Akhirnya kembali mendapat kepercayaan. Hal ini tidak lepas dari performa gemilangnya bersama Aston Villa saat menjalani masa peminjaman dari Manchester United. Selain itu, Tuchel juga memilih memanggil Jordan Henderson yang terakhir kali membela Inggris pada laga kontra Australia pada bulan Oktober tahun 2023.

Pengalamannya sebagai kapten Ajax di nilai mampu memperkuat lini tengah sekaligus menjadi panutan di ruang ganti. Di samping nama – nama senior, Tuchel memberikan kesempatan kepada pemain muda berbakat seperti Myles Lewis – Skelly. Gelandang serba bisa dari Arsenal ini tampil konsisten dan dapat bermain sebagai bek kiri bila di butuhkan, menjadikannya pilihan yang fleksibel. Menariknya, Dan Burn juga masuk daftar untuk pertama kalinya di usia 32 tahun. Bek Newcastle United tersebut belum pernah memperkuat Inggris di level usia mana pun. Namun penampilannya yang stabil di Premier League berhasil menarik perhatian sang pelatih baru.

Meluapkan Kekesalannya Usai Membawa Ajax Meraih Kemenangan

Jordan Henderson akhirnya Meluapkan Kekesalannya Usai Membawa Ajax Meraih Kemenangan 2-1 atas Tim Feyenoord dalam laga De Klassieker pada pekan ke 21 Eredivisie 24-25, hari Minggu tanggal 2 bulan Februari tahun 2025. Selama beberapa hari terakhir, emosi Jordan Henderson memuncak akibat pemberitaan negatif yang menyudutkan dirinya. Sejumlah media Belanda menuduh Jordan Henderson merajuk karena tidak di percaya menjadi kapten saat Klub Ajax menghadapi Galatasaray di laga terakhir Liga Europa. Saat itu, pelatih Francesco Farioli memberikan ban kapten kepada kiper Remko Pasveer, meskipun Jordan Henderson bermain sejak awal. Situasi tersebut menjadi satu – satunya kali musim ini Henderson tidak menjadi kapten saat menjadi starter. Sehingga media menyoroti ekspresi dinginnya ketika tim mencetak gol. Menanggapi hal itu, Jordan Henderson akhirnya buka suara di hadapan media. Ia mengatakan bahwa sebagian besar pemberitaan yang muncul tidak sesuai kenyataan dan bahkan terkesan menyerang secara pribadi.

Ia mengaku tidak mengetahui alasan pasti di balik keputusan tersebut dan menyebut bahwa dirinya saat itu sedang berada dalam situasi sulit sehingga merasa tidak nyaman memimpin tim. Selain itu, Jordan Henderson turut menepis rumor mengenai kemungkinan kepindahannya ke Klub AS Monaco. Ia menjelaskan bahwa wacana tersebut semata muncul karena kondisi finansial klub, bukan karena dirinya ingin hengkang. Ia menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen untuk membela Tim Ajax hingga akhir musim. Setelah musim berakhir, ia dan manajemen akan melakukan evaluasi bersama untuk menentukan langkah terbaik bagi semua pihak yang terlibat. Kepemimpinan yang kuat di lapangan serta semangat pantang menyerah menjadikan sosok yang tak tergantikan dalam skuad Tim Ajax musim ini dan akhirnya di panggil ke Tim Nasional Inggris adalah Jordan Henderson.