Sabtu Pagi: 90 RT Dan 9 Jalan Di Jakarta Masih Terendam Banjir

Sabtu Pagi: 90 RT Dan 9 Jalan Di Jakarta Masih Terendam Banjir

Sabtu Pagi: 90 RT Dan 9 Jalan Di Jakarta Masih Terendam Banjir Terlebihnya Belum Ada Tanda-Tanda Penyusutan Air. Memasuki Sabtu Pagi, banjir masih menjadi persoalan nyata bagi warga Jakarta. Meski hujan deras sudah mereda sejak dini hari. Akan tetapi genangan air belum sepenuhnya surut di sejumlah wilayah. Data terbaru menunjukkan bahwa 90 rukun tetangga (RT). Serta 9 ruas jalan utama masih terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas warga. Karena banyak yang terpaksa menunda perjalanan, bekerja dari rumah, hingga mengungsi sementara. Berikut fakta-fakta terkini terkait banjir yang masih melanda Jakarta di Sabtu Pagi ini. Serta lengkap dengan wilayah kelurahan dan jalan-jalan yang terdampak.

Banjir Bertahan Meski Hujan Sudah Reda

Salah satu fakta utama yang terjadi adalah banjir tetap bertahan meski intensitas hujan telah menurun. Hal ini di sebabkan oleh meluapnya sungai dan lambatnya aliran air menuju saluran pembuangan. Di kawasan bantaran sungai, genangan air bertahan lebih lama karena debit air kiriman dari wilayah hulu masih cukup tinggi. Selain itu, kondisi drainase yang tidak optimal membuat air sulit surut dengan cepat. Fenomena ini kembali menegaskan bahwa banjir Jakarta bukan semata akibat hujan lokal. Akan tetapi juga di pengaruhi sistem aliran air regional.

Sejumlah Kelurahan Masih Terimbas Genangan

Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir masih menggenangi beberapa kelurahan di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Dan wilayah yang berada di dekat sungai besar menjadi area paling terdampak. Di Jakarta Timur, kelurahan seperti Kampung Melayu, Bidara Cina, dan Cawang masih mengalami genangan di permukiman padat penduduk. Sementara di Jakarta Selatan, kawasan Pejaten Timur. Dan Rawajati kembali terdampak akibat luapan Sungai Ciliwung. Di Jakarta Barat, genangan masih terlihat di beberapa titik Kebon Jeruk dan Kembangan. Sedangkan Jakarta Utara mencatat wilayah seperti Pluit dan Kapuk Muara yang airnya belum sepenuhnya surut. Ketinggian air bervariasi. Mulai dari 20 sentimeter hingga lebih dari setengah meter di titik tertentu.

Sembilan Ruas Jalan Masih Tergenang Air

Tak hanya permukiman, banjir juga masih merendam sejumlah ruas jalan strategis yang menjadi akses utama warga. Kondisi ini menyebabkan kemacetan dan pengalihan arus lalu lintas sejak pagi hari. Beberapa ruas jalan yang masih tergenang antara lain Jalan Basoka Raya, Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Daan Mogot di titik tertentu. Serta akses jalan di kawasan Kelapa Gading dan Pluit. Genangan air di jalan umumnya berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter. Namun cukup mengganggu kendaraan roda dua dan mobil kecil. Petugas terus melakukan penyedotan air dan pengaturan lalu lintas. Terlebihnya untuk meminimalkan dampak kemacetan, terutama di jam sibuk akhir pekan.

Warga Bertahan Dan Aktivitas Terganggu

Banjir yang masih menggenangi 90 RT membuat banyak warga harus bertahan di rumah dengan kondisi terbatas. Sebagian memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. sementara lainnya bertahan sambil menjaga barang-barang berharga. Aktivitas ekonomi skala kecil seperti warung, pasar lingkungan, dan jasa harian ikut terdampak. Warga berharap air segera surut. Tentunya agar aktivitas bisa kembali normal. Di media sosial, banyak warga membagikan kondisi terkini lingkungan mereka. Serta yang sekaligus mengeluhkan banjir yang datang berulang tanpa solusi jangka panjang.

Banjir yang masih merendam 90 RT dan 9 ruas jalan di Jakarta. Terlebihnya hingga hari ini menunjukkan bahwa persoalan ini belum sepenuhnya teratasi. Genangan yang bertahan meski hujan reda menandakan adanya masalah struktural. Mulai dari aliran sungai, drainase, hingga tata ruang kota. Kelurahan-kelurahan di bantaran sungai dan wilayah rendah kembali menjadi korban utama. Sementara ruas jalan tergenang menghambat mobilitas warga. Ke depan, penanganan banjir Jakarta tak cukup hanya bersifat darurat. Akan tetapi membutuhkan solusi menyeluruh. Tentunya agar warga tidak terus menghadapi siklus banjir yang sama setiap musim hujan.

Jadi itu dia 90 RT dan 9 jalan di Jakarta masih terendam banjir di Sabtu Pagi.