Luciano Spalletti Resmi Di Pecat Dari Timnas Italia

Luciano Spalletti Resmi Di Pecat Dari Timnas Italia

Luciano Spalletti Pelatih Tim Nasional Italia Kini Resmi Di Pecat Seusai Menelan Hasil Kurang Memuaskan Melawan Norwegia. Tim nasional Italia tengah menghadapi krisis besar setelah kekalahan telak 0-3 dari Norwegia. Menyusul hasil buruk tersebut, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) secara resmi memberhentikan pelatih kepala Luciano Spalletti. Pengumuman mengejutkan ini di sampaikan menjelang laga penting menghadapi Moldova, mencerminkan perubahan drastis dalam arah kepemimpinan tim nasional. Keputusan mendadak itu di ambil hanya berselang beberapa saat setelah kekalahan menyakitkan di Oslo. Kini, Azzurri terdampar di zona play-off kualifikasi Piala Dunia, dan FIGC memilih langkah baru guna mencegah kegagalan ketiga secara berturut-turut dalam menembus ajang sepak bola paling bergengsi di dunia. Lebih lanjut, Spalletti mengaku bahwa pemecatan tersebut bukanlah keinginannya. Ia mendapatkan kabar langsung dari Presiden FIGC, Gabriele Gravina, dalam sebuah percakapan pribadi yang berlangsung cukup lama.

Meskipun keputusan tersebut menyakitkan dan mencoreng reputasinya sebagai pelatih, Spalletti menegaskan bahwa hubungan personalnya dengan Gravina tetap baik. Bahkan, ia mengungkapkan tidak memiliki niat untuk mengundurkan diri, terutama saat tim sedang dalam kondisi sulit. Namun demikian, karena FIGC telah mengambil keputusan tegas, ia pun menerima kenyataan bahwa tugasnya akan berakhir. Sementara itu, ia masih berkomitmen untuk mendampingi tim dalam pertandingan kontra Moldova sebelum secara resmi meninggalkan jabatannya. Menurut laporan Reuters dan Bild, kekalahan melawan Norwegia menjadi bukti lemahnya transisi pertahanan dan minimnya agresivitas, menandakan bahwa taktik serta mentalitas skuad sudah tidak solid. Oleh karena itu, FIGC mulai mengantisipasi pengganti Spalletti, dengan dua nama yang mencuat ke permukaan: Claudio Ranieri dan Stefano Pioli yang di sebut sebagai kandidat kuat pelatih baru Italia.

Luciano Spalletti Telah Mengonfirmasi

Kekalahan telak 3-0 yang di derita Italia dari Norwegia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026, Sabtu (7/6) WIB, memicu kemarahan besar dari para pendukung. Akibat kekalahan tersebut, gelombang tuntutan dari para suporter semakin kuat agar Claudio Ranieri di angkat sebagai pelatih baru tim nasional. Desakan tersebut semakin relevan karena Luciano Spalletti Telah Mengonfirmasi bahwa masa kepemimpinannya di ruang ganti telah usai. Dalam konferensi pers, Spalletti menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan percakapan panjang dengan Presiden Federasi Sepak Bola Italia. Ia di beritahu secara langsung bahwa dirinya akan di bebastugaskan dari perannya sebagai pelatih kepala tim nasional. Meskipun merasa menyesal karena hubungan yang terjalin cukup baik, Spalletti mengungkapkan bahwa ia tidak pernah berniat mengundurkan diri, terutama saat tim dalam situasi sulit.

Ia justru ingin tetap berada di posisi tersebut dan melanjutkan pekerjaannya. Namun demikian, ia menyadari bahwa hasil buruk yang terus bermunculan menuntut adanya perubahan. Oleh sebab itu, ia menerima keputusan tersebut dengan lapang dada, sembari menekankan bahwa pengabdian kepada negara adalah prioritas utamanya. Dengan demikian, ia merasa bertanggung jawab untuk memfasilitasi masa depan tim nasional sebaik mungkin. Lebih lanjut, Spalletti menegaskan bahwa dirinya akan tetap memimpin tim dalam laga melawan Moldova sebelum secara resmi mengakhiri kontraknya. Perlu di catat, kekalahan dari Norwegia terjadi setelah Italia mengalami empat pertandingan tanpa kemenangan, yang turut menyebabkan tersingkirnya mereka dari UEFA Nations League. Posisi keempat dalam grup kualifikasi saat ini juga menambah kekhawatiran, mengingat Italia berisiko gagal tampil di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Mengundurkan Diri

Luciano Spalletti memastikan akan Mengundurkan Diri dari posisinya sebagai pelatih timnas Italia usai laga melawan Moldova dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang di gelar pada Senin (9/6) waktu setempat. Pengumuman tersebut ia sampaikan secara langsung dalam konferensi pers menjelang pertandingan penting antara Italia dan Moldova. Meski demikian, mantan pelatih AS Roma dan Inter Milan itu menyatakan bahwa Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) sebenarnya telah lebih dulu memberitahukan rencana pemutusan kerja sama tersebut. Namun, Spalletti justru memilih untuk lebih dulu mengakhiri masa jabatannya secara sukarela. Di tengah situasi yang tidak menguntungkan ini, Spalletti tetap di harapkan memimpin Azzurri di laga melawan Moldova yang akan berlangsung di Stadion Mapei, Reggio Emilia, Selasa (10/6) dini hari WIB. Pertandingan ini pun di pastikan menjadi momen terakhirnya bersama tim nasional.

Dalam keterangannya, Spalletti menjelaskan bahwa ia dan pihak federasi telah melakukan pembicaraan serius dan hasilnya menyatakan dirinya akan di bebastugaskan dari jabatan pelatih kepala tim nasional. Lebih jauh, Spalletti mengungkapkan rasa penyesalan atas keputusan tersebut, terutama karena hubungan yang tidak sepenuhnya harmonis dengan FIGC. Ia menegaskan tidak pernah berniat mundur di tengah masa sulit, melainkan ingin terus menjalankan pekerjaannya. Meskipun begitu, ia tetap menghormati keputusan federasi dan siap menerimanya. Baginya, posisi tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada negara, dan ia ingin berkontribusi terhadap masa depan sepak bola Italia. Sebagai catatan, masa kepemimpinan Spalletti yang berlangsung selama dua tahun berakhir karena hasil negatif dalam beberapa pertandingan terakhir. Italia tersingkir oleh Jerman di perempat final UEFA Nations League 2025 dan juga kalah telak 0-3 dari Norwegia pada laga awal kualifikasi Piala Dunia.

Usai Pertandingan

Luciano Spalletti secara resmi mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan jabatannya sebagai pelatih timnas Italia Usai Pertandingan melawan Moldova pada 10 Juni 2025. Keputusan ini di ambil setelah rentetan hasil buruk. Termasuk kekalahan telak 0-3 dari Norwegia dalam laga pembuka kualifikasi Piala Dunia 2026. Meskipun itu baru pertandingan pertama, banyak pihak mulai khawatir bahwa Italia akan kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Oleh karena itu, masa depan Spalletti pun menjadi sorotan. Dan akhirnya ia mengonfirmasi bahwa pertandingan melawan Moldova akan menjadi laga terakhirnya bersama Gli Azzurri. Dalam pernyataannya, Spalletti mengungkapkan bahwa ia telah melakukan pembicaraan dengan pihak FIGC. Yang memberitahunya bahwa ia akan di berhentikan dari posisi pelatih kepala. Ia menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan yang di alami selama menangani tim nasional. Sembari menegaskan bahwa ia tidak memiliki niat untuk mundur secara sukarela.

Meskipun demikian, Spalletti menegaskan bahwa ia sebenarnya ingin tetap bertahan, terlebih saat kondisi tim sedang tidak baik. Namun, ia menerima keputusan federasi dan menyatakan bahwa peran pelatih merupakan bentuk pengabdian kepada negara. Ia pun merasa sudah saatnya memberikan ruang untuk perubahan demi kebaikan masa depan tim. Selanjutnya, Spalletti memastikan bahwa ia akan tetap menjalankan tugasnya untuk terakhir kali dalam laga melawan Moldova. Ia juga menekankan bahwa para pemain tetap memiliki kualitas yang mumpuni. Di samping itu, ia mengakui bahwa hasil di bawah kepemimpinannya memang belum memuaskan dan ia bertanggung jawab penuh atas pencapaian tersebut. Maka dari itu, pengunduran diri spalletti di anggap sebagai langkah yang paling bijak. Keputusan mundur dari kursi pelatih tim nasional Italia usai rentetan hasil buruk akhirnya di ambil oleh Luciano Spalletti.