
Joan Mir Belum Bangkit Di Le Mans
Joan Mir Kembali Mengalami Akhir Pekan Yang Mengecewakan Di MotoGP Prancis Yang Di Gelar Pada Minggu 11 Mei 2025. Pembalap tim pabrikan Honda HRC itu harus mengakhiri balapan lebih awal setelah terjatuh di lap pertama Sirkuit Le Mans. Nasib apes ini memperpanjang catatan buruk Mir di sirkuit tersebut. Hal ini yang di mana ia kerap gagal menunjukkan performa maksimal. Yang membuat hasil ini semakin kontras adalah keberhasilan Johann Zarco, rekan sesama pembalap Honda maupun membela tim satelit LCR Honda. Zarco justru tampil luar biasa di hadapan publik tuan rumah. Ia berhasil menaklukkan kondisi lintasan yang basah dan menantang. Ia menyelesaikan 26 lap dengan sempurna dan keluar sebagai pemenang. Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Zarco sekaligus kebanggan tersendiri bagi tim LCR Honda. Di sisi lain, bagi Joan Mir, balapan di Le Mans kembali menjadi mimpi buruk.
Sejak meraih gelar juara dunia MotoGP pada musim 2020, performa Mir terus mengalami pasang surut, dan sirkuit Prancis tampaknya belum pernah memberikan keberuntungan baginya. Kecelakaan di awal balapan membuatnya tidak hanya kehilangan peluang meraih poin. Tetapi, dalam hal ini juga kembali mempertanyakan konsistensi performa motor RC213V yang masih terus menjadi sorotan. Hasil kontras antara Zarco dan Mir juga memperlihatkan tantangan besar yang di hadapi tim pabrikan Honda musim ini. Ketika pembalap dar tim satelit mampu meraih kemenangan, pembalap utama justru kesulitan menyelesaikan balapan. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Honda jika ingin bersaing di papan atas klasemen konstruktor dan pembalap.
Dengan hasil ini, Joan Mir harus segera bangkit dan menemukan kembali performa terbaiknya. Seri-seri selanjutnya akan menjadi penentu apakah ia mampu mengembalikan reputasinya sebagai juara dunia atau terus terpuruk dalam bayang-bayang masa lalu.
Joan Mir Langsung Terlihat Kesakitan Setelah Insiden
Balapan MotoGP Prancis 2025 di warnai insiden mengejutkan sejak awal perlombaan. Ketika balapan baru saja di mulai dan memasuki Tikungan 4, Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) bersenggolan dengan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo). Kontak tersebut membuat Bagnaia terjatuh dari motornya. Dalam hal ini, secara tidak sengaja, motor Desmosedici miliknya meluncur dan menghantam Honda RC213V yang di kendarai Joan Mir. Benturan itu membuat Mir dan Bagnaia tergelincir ke area gravel. Namun, kondisi kedua pembalap sangat berbeda setelah kejadian tersebut. Bagnaia masih mampu berdiri dan melanjutkan balapan meskipun sempat terjatuh. Sebaliknya, Joan Mir Langsung Terlihat Kesakitan Setelah Insiden. Pembalap asal Spanyol itu tidak dapat melanjutkan balapan dan harus mengakhiri perlombaan lebih awal. Hal ini mencatatkan status did not finish (DNF). Tim medis segera memberikan pertolongan pertama kepada Mir di klinik sirkuit. Setelah di lakukan pemeriksaan awal, Mir di rujuk ke rumah sakit lokal untuk penanganan lebih lanjut.
Dari hasil observasi medis, di ketahui bahwa Mir mengalami patah tulang di tangan kanannya dan juga mengeluh nyeri pada bagian leher. Cedera ini tentu menjadi pukulan berat bagi Mir yang sebelumnya juga telah mengalami kesulitan dalam beberapa seri terakhir. Kejadian ini semakin memperpanjang daftar nasib sial Joan Mir di musim 2025. Terutama, di Sirkuit Le Mans yang seakan tidak pernah berpihak padanya. Absennya Mir dalam sisa balapan juga menjadi kerugian bagi tim pabrikan Honda HRC yang tengah berjuang memperbaiki performa mereka musim ini.
Belum ada kepastian mengenai berapa lama waktu pemulihan yang di butuhkan Mir. Namun, tim medis menyarankan istirahat total hingga kondisi tangan dan lehernya benar-benar pulih. Dengan kondisi tersebut, partisipasi Mir dalam seri berikutnya pun di ragukan. Tim Honda kini harus menyiapkan strategi alternatif jika pembalap andalannya itu belum siap kembali ke lintasan dalam waktu dekat.
Belum Menemukan Peruntungan Di Sirkuit Le Mans
Joan Mir tampaknya Belum Menemukan Peruntungan Di Sirkuit Le Mans sejak naik ke kelas utama MotoGP pada tahun 2019. Sirkuit sepanjang 4,18 km yang terkenal dengan cuaca tak menentu dan tikungan teknikal ini seolah menjadi tempat yang penuh tantangan bagi pembalap asal Spanyol tersebut. Sejak debutnya di kelas premier, Mir belum pernah finis dengan hasil yang benar-benar memuaskan di sana. Satu-satunya pencapaian yang bisa di sebut positif adalah pada musim 2020. Dalam hal ini ketika ia berhasil meraih posisi ke-11 dalam kondisi balapan yang di guyur hujan. Hasil itu pun menjadi satu-satunya poin yang pernah ia raih di Le Mans. Selebihnya, performa Mir di Prancis bisa di bilang buruk. Ia lebih sering gagal menyelesaikan balapan. Hal ini baik karena keselahan pribadi, insiden di lintasan, maupun faktor tekniks.
Rentetan kegagalannya menciptakan kesan bahwa Le Mans adalah “sirkuit kutukan” bagi Mir. Pada musim 2019, ia hanya mampu finis di posisi ke-16 bersama Suzuki. Tahun berikutnya, ia mencatatkan hasil terbaiknya dengan finis ke-11. Namun setelah itu, tren buruk mulai berlanjut. Di tahun 2021, ia mengalami DNF (Did Not Finish) setelah hanya bertahan 4 lap. Pada 2022, nasib serupa terulang setelah 13 lap. Saat bergabung dengan tim Repsol Honda di musim 2023, hasilnya tak lebih baik, ia kembali DNF setelah hanya 12 lap. Tahun 2024 pun tak berbeda, dengan Mir kembali gagal finis setelah 14 lap. Musim 2025 menjadi puncak dari nasib sialnya di Le Mans. Membela tim Honda HRC Castrol, Mir terlibat dalam insiden di tikungan awal dan bahkan tak mampu menyelesaikan satu lap pun. Rentetan hasil tersebut jelas menjadi catatan merah dalam karirnya.
Jika tak ada perubahan signifikan di musim-musim mendatang, Mir berisiko terus terperangkap dalam bayang-bayang kegagalan di sirkuit ini. Hal ini yang sudah lama menjadi mimpi buruk baginya setiap kali MotoGP Prancis di gelar.
Tren Buruk Yang Belum Kunjung Terputus
Performa Joan Mir sepanjang musim 2025 terus menjadi sorotan. Terutama, karena Tren Buruk Yang Belum Kunjung Terputus. Di Sirkuit Le Mans, hasil negatif kembali membayangi karirnya setelah ia gagal menyelesaikan balapan utama. Sejak awal musim, pembalap asal Spanyol ini sudah mengikuti enam balapan penuh. Namun, hanya mampu menyelesaikan satu, yakni saat menempati posisi ke-9 di Grand Prix Argentina. Secara keseluruhan, dari 12 balapan yang telah berlangsung, termasuk sprint dan main race, Mir hanya finis lima kali. Ia menyelesaikan empat sprint race dengan hasil terbaik P8. Namun, sisanya berakhir dengan kegagaln finis atau bahkan absen karena alasan kesehatan.
Dalam catatan ini mempertegas bahwa performa masih jauh dari konsistensi yang di butuhkan untuk bersaing di level tertinggi. Sebagai mantan juara dunia, ekspektasi terhadap kebangkitannya tetap tinggi. Namun tanpa perubahan signifikan dalam performa dan strategi, sulit melihatnya kembali ke barisan depan. Ia butuh peningkatan signifikan dari sisi teknis, mental, dan kepercayaan diri jika ingin kembali kompetitif di musim ini. Sebuah masa sulit yang terus membayangi karir balap Joan Mir.